BOLATAIMENTInternasionalKualifikasi Piala Dunia 2026NasionalNEWSSepakbolaTimnas IndonesiaTOPSKORTRENDING

Bela Pemain Hingga Disanksi FIFA 20 Laga, Sumardji: Saya Mengayomi Anak-Anak Sendiri

×

Bela Pemain Hingga Disanksi FIFA 20 Laga, Sumardji: Saya Mengayomi Anak-Anak Sendiri

Sebarkan artikel ini
Bela Pemain Hingga Disanksi FIFA 20 Laga, Sumardji: Saya Mengayomi Anak-Anak Sendiri
Bela Pemain Hingga Disanksi FIFA 20 Laga, Sumardji: Saya Mengayomi Anak-Anak Sendiri

Liganusantara.com, Jakarta – Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, akhirnya memberikan respons mendalam terkait sanksi berat yang dijatuhkan Komite Disiplin FIFA kepadanya. Meski mengaku terpukul, Sumardji menerima keputusan tersebut sebagai konsekuensi dari upayanya menjaga mental dan keselamatan para pemain.

FIFA menjatuhkan hukuman larangan mendampingi Timnas Indonesia sebanyak 20 pertandingan resmi, ditambah denda finansial sebesar 15.000 franc Swiss atau setara dengan Rp324 juta. Sanksi ini merupakan buntut dari kericuhan yang terjadi usai laga kontra Irak pada Oktober 2025 lalu.

Kecewa Namun Enggan Membantah

Sumardji tak menampik bahwa dirinya sangat terkejut dengan durasi hukuman yang sangat panjang. Baginya, angka 20 pertandingan dalam kalender resmi FIFA adalah keputusan yang sangat masif.

“Jujur, saya sangat kaget. Mengapa skalanya sebesar itu untuk pertandingan resmi FIFA? Ini jelas sangat memberatkan. Namun, saya tidak akan membantah. Saya akui ada kesalahan, tapi motivasi saya hanya satu: melindungi pemain,” ungkap Sumardji saat diwawancarai awak media.

Aksi Spontan Demi Hindari Kartu Merah

Pria yang juga perwira polisi ini menjelaskan bahwa tindakannya saat itu murni bersifat spontan. Ia melihat ada indikasi wasit tengah mengincar pemain Indonesia untuk diberikan sanksi kartu merah, sehingga ia merasa harus segera mengintervensi demi kepentingan tim.

“Saat itu saya melihat wasit seolah mencari celah untuk menghukum pemain kita dengan kartu merah. Spontan saya halangi. Itulah risiko yang harus saya ambil sebagai pemimpin tim,” tuturnya.

Bagi Sumardji, hubungannya dengan skuat Garuda sudah melampaui batas profesionalisme. “Saya menempatkan diri sebagai orang tua mereka. Tugas orang tua adalah melindungi dan memastikan anak-anaknya aman dalam kondisi tersulit sekalipun,” tambahnya lagi.

Dukungan dari Balik Layar

Meskipun dilarang berada di bangku cadangan (bench) dan ruang ganti saat pertandingan berlangsung, Sumardji menegaskan bahwa kontribusinya untuk Timnas Indonesia tidak akan berhenti. Ia tetap diperbolehkan mendampingi tim di hotel hingga keberangkatan menuju stadion.

“Sanksi ini tidak jadi masalah besar bagi semangat saya. Saya tetap bisa memberi dukungan di luar area teknis. Yang penting saya masih bisa berkontribusi bagi kemajuan sepak bola kita,” pungkas pria yang mengundurkan diri dari jabatan manajer Timnas pasca-SEA Games 2025 tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *