liganusantara.com – ,Jakarta PSS Sleman menerima keputusan terbaru dari Komite Banding (Komding) PSSI terkait sanksi yang dijatuhkan pada putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026. Meski pengajuan banding tidak sepenuhnya dikabulkan, ada penyesuaian hukuman yang membuat situasi sedikit lebih ringan bagi tim berjuluk Super Elang Jawa tersebut.
Melalui pernyataan resminya pada Senin (10/2/2026), manajemen PSS menyampaikan bahwa mereka telah menerima Putusan Komite Banding PSSI Nomor 001/KEP/KB/PEGADAIAN-CHAMPIONSHIP/II/2026 tertanggal 9 Februari 2026. Putusan itu merupakan respons atas banding yang diajukan terhadap keputusan Komite Disiplin PSSI sebelumnya.
Dalam hasil sidang tersebut, Komite Banding tetap menguatkan keputusan Komite Disiplin. Namun, terdapat perubahan pada klasifikasi pelanggaran serta penyesuaian jenis sanksi yang harus dijalani klub asal Sleman itu.
Dua Tribun Ditutup, Denda Tetap Berlaku

Sebagai konsekuensi, PSS diwajibkan menutup sebagian Stadion Maguwoharjo, tepatnya tribun utara dan selatan, dalam empat pertandingan kandang. Selain itu, klub juga dikenai sanksi denda sebesar Rp60 juta.
PSS dinyatakan melanggar aturan disiplin akibat insiden yang melibatkan perilaku kurang terpuji suporter. Dalam laga melawan Barito Putera pada pekan ke-18, Sabtu (31/1/2026) malam WIB, terjadi penyemprotan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) oleh oknum penonton.
Meski dua tribun ditutup, pertandingan tetap dapat disaksikan penonton di area lain stadion. Namun, suporter tidak diperkenankan memakai maupun membawa atribut PSS selama masa hukuman berlangsung.
Berlaku untuk Empat Laga
Sanksi penutupan tribun tersebut akan diterapkan saat PSS menjamu Deltras FC (14/2/2026), Persipura Jayapura (21/2/2026), Persipal Palu (4/4/2026), dan Persiku Kudus (20/4/2026).
Sementara itu, saat menghadapi PSIS Semarang pada pekan ke-27 yang dijadwalkan berlangsung 2 Mei 2026 di Stadion Maguwoharjo, PSS sudah tidak lagi menjalani hukuman tersebut.
Manajemen PSS menegaskan komitmennya untuk mematuhi keputusan yang telah ditetapkan. Klub juga mengajak seluruh elemen pendukung untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan suasana kondusif di setiap pertandingan.
Sebagai bentuk evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, PSS berharap seluruh suporter dapat menahan diri dari tindakan yang merugikan tim, serta terus menjunjung tinggi sportivitas demi menjaga nama baik klub dan kelangsungan kompetisi.









