Liganusantara.com, Jakarta – Arema FC kembali menghadapi nasib kurang beruntung pada musim ini karena cedera pemain. Seperti dua musim sebelumnya, selalu ada sekitar tiga pemain yang harus menghentikan kompetisi lebih cepat akibat cedera serius, terutama di bagian lutut dan tulang yang memerlukan operasi.
Musim ini, Achmad Maulana menjadi pemain pertama yang menjalani operasi setelah kompetisi berjalan tiga pekan. Tak lama kemudian, bek asal Brasil, Luiz Gustavo, juga mengalami cedera lutut menjelang putaran pertama berakhir, sehingga ia memilih pulang ke Brasil untuk menjalani pemulihan.
Sialnya, pengganti Luiz, Walisson Maia, juga mengalami nasib serupa. Bek jangkung yang baru datang pada bursa transfer paruh musim itu hanya tampil di empat pertandingan sebelum menderita patah tulang fibula. Beruntung, Walisson tidak harus dioperasi karena cedera bisa ditangani melalui terapi, meski proses pemulihannya diperkirakan memakan waktu lebih dari tiga bulan, sehingga ia tetap absen hingga akhir musim.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui cedera panjang merupakan risiko yang tak bisa diprediksi dalam sepak bola. “Tentu kami kehilangan mereka, tapi ini bagian dari risiko permainan dan tidak ada yang menginginkan hal itu terjadi,” ujarnya.
Kehilangan tiga pemain bertahan inti ini jelas berdampak pada performa Singo Edan, terutama di sektor pertahanan. Pelatih pun harus memutar otak untuk menyusun lini belakang di setiap pertandingan karena krisis stoper.
Deja Vu Musim Lalu
Musim 2024/2025, Arema FC juga mengalami situasi serupa. Tiga pemain mengalami cedera parah dan harus menjalani operasi: dua bek lokal, Daffa Fahish dan Syaeful Anwar, serta gelandang jangkar Pablo Oliveira.
Daffa dan Syaeful bukan pemain inti sehingga absennya tidak terlalu terasa. Namun, Pablo yang menjadi pemain kunci di lini tengah membuat tim goyah saat ia cedera. Ketiadaan gelandang asal Brasil itu memengaruhi stabilitas permainan Arema, yang akhirnya finis di posisi 10, di bawah target manajemen untuk bersaing di papan atas.
Manajemen Lebih Humanis
Berbeda dengan masa lalu, manajemen Arema FC kini bersikap lebih manusiawi terhadap pemain cedera panjang. Pemain seperti Daffa tetap menjadi bagian tim hingga kontraknya habis, meski cedera sejak pramusim.
Syaeful Anwar sempat menjalani dua operasi dalam tiga musim bersama Arema, dan kini bermain di kasta kedua bersama Kendal Tornado FC. Sementara Pablo, Achmad Maulana, Luiz Gustavo, dan Walisson Maia masih menjadi bagian Arema FC. Pablo, yang dioperasi pada 2025, kini mulai kembali mendapatkan kesempatan bermain, sedangkan Luiz dan Walisson memiliki kontrak hingga akhir musim. Jika dibutuhkan, mereka berpeluang tetap berseragam Arema FC musim depan.
Sepuluh tahun lalu, situasinya berbeda. Marcio Teruel, pemain asing Arema, cedera lutut dan sempat menunggu kejelasan di Malang. Arema akhirnya membiayai operasi dan kepulangannya ke Brasil, namun kontraknya diputus lebih cepat.












