Berita Liga 2BOLATAIMENTLiga Indonesia 2025/2026Prediksi dan AnalisisSepakbolaTransfer pemain

Adu Kekuatan Semen Padang Vs Malut United di BRI Super League: Harga Skuad Biasa Saja, Hasil Berbanding Terbalik

×

Adu Kekuatan Semen Padang Vs Malut United di BRI Super League: Harga Skuad Biasa Saja, Hasil Berbanding Terbalik

Sebarkan artikel ini
Adu Kekuatan Semen Padang Vs Malut United di BRI Super League: Harga Skuad Biasa Saja, Hasil Berbanding Terbalik
Adu Kekuatan Semen Padang Vs Malut United di BRI Super League: Harga Skuad Biasa Saja, Hasil Berbanding Terbalik

liganusantara.com – ,Jakarta Pertarungan Semen Padang kontra Malut United pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 menghadirkan duel menarik dari sisi komposisi pemain. Meski kedua tim tidak dihuni skuad bernilai fantastis, performa mereka musim ini menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok.

Malut United lebih difavoritkan dalam laga yang akan digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (20/2/2026) pukul 21.00 WIB. Secara konsistensi dan kestabilan tim, Laskar Kie Raha terlihat lebih solid dibandingkan Kabau Sirah.

Komposisi Malut United relatif tidak banyak berubah sejak putaran pertama. Stabilitas tersebut berbanding terbalik dengan Semen Padang yang melakukan banyak pergantian pemain sehingga wajah timnya kini berbeda drastis.

Selain itu, pemain asing Malut United juga dinilai lebih matang serta mampu menunjukkan kontribusi nyata sepanjang musim ini.

Nilai Pasar Bukan Jaminan

Dari sisi valuasi tim, baik Semen Padang maupun Malut United tidak termasuk klub dengan nilai pasar tertinggi di kompetisi.

Semen Padang tercatat memiliki total nilai skuad sekitar Rp65,79 miliar. Dengan angka tersebut, mereka berada di empat terbawah dalam daftar valuasi tim, hanya unggul dari PSBS Biak, Madura United, dan Persijap Jepara.

Sementara itu, Malut United memiliki nilai pasar sekitar Rp73,87 miliar. Angka ini memang masih kalah jauh dibanding klub-klub seperti Dewa United (Rp106,64 miliar), Bali United (Rp100,73 miliar), dan PSM Makassar (Rp98,21 miliar).

Menariknya, performa Malut United justru lebih stabil dan kompetitif. Mereka mampu bertengger di papan atas, bahkan bersaing di zona empat besar, sementara beberapa tim dengan nilai skuad lebih tinggi masih belum konsisten musim ini.

Perombakan Besar di Kubu Kabau Sirah

Perbedaan mencolok antara kedua tim juga terlihat dari aktivitas transfer di pertengahan musim.

Semen Padang melakukan perubahan signifikan dengan mendatangkan delapan pemain asing anyar. Selain itu, lima pemain lokal juga direkrut untuk memperkuat kedalaman tim pada putaran kedua.

Sebaliknya, Malut United cenderung mempertahankan kerangka timnya. Mereka hanya menambah dua pemain baru di bursa transfer paruh musim, yakni Rizky Pellu dan gelandang asal Brasil, Lucas Cardoso.

Langkah minimalis tersebut menunjukkan bahwa manajemen Malut United lebih percaya pada komposisi tim yang sudah terbentuk sejak awal musim.

Kontribusi Pemain Asing Jadi Pembeda

Performa pemain asing menjadi salah satu faktor utama yang membedakan kedua tim musim ini.

Malut United sukses memaksimalkan tenaga pemain impor, termasuk beberapa nama yang sebelumnya memperkuat Persib Bandung. Tiga eks pemain Maung Bandung tampil produktif, yakni:

  • David da Silva: 10 gol dan 4 assist
  • Ciro Alves: 9 gol dan 3 assist
  • Tyronne del Pino: 7 gol dan 8 assist

Tak hanya itu, bek tengah Gustavo Franca juga memberikan kontribusi penting dengan empat gol.

Sementara itu, Semen Padang harus kehilangan beberapa pemain asing andalannya di putaran kedua. Cornelius Stewart hijrah ke Barito Putera, Bruno Gomes bergabung dengan Persis Solo, dan Pedro Matos melanjutkan karier bersama Persebaya Surabaya.

Kehilangan tersebut tentu memengaruhi stabilitas performa Kabau Sirah di paruh kedua musim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *