Liganusantara.com, Jakarta – Penampilan impresif kiper PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, mendapat sorotan khusus usai laga pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 melawan Persija Jakarta. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, ia tampil gemilang hingga dinobatkan sebagai Man of The Match.
Cahya menjadi sosok kunci di bawah mistar dengan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan eksekusi penalti Emaxwell Souza. Momen tersebut menjadi salah satu titik penentu yang membantu timnya mengamankan hasil positif.
Ia mengaku bangga atas pencapaian tersebut dan bersyukur bisa memberikan kontribusi maksimal bagi tim. Laga ini juga terasa spesial karena ia harus menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta.
“Saya senang bisa membantu tim dan meraih penghargaan ini. Bermain melawan Persija juga menjadi pengalaman yang berkesan,” ungkapnya.
Sepanjang pertandingan, Cahya harus menghadapi tekanan besar dari lini serang Persija yang agresif. Meski begitu, ia bersama lini belakang PSIM mampu menjaga konsistensi hingga pertandingan berakhir dengan hasil imbang.
Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, memberikan pujian atas performa anak asuhnya tersebut. Ia menilai Cahya memiliki kualitas dan potensi besar untuk berkembang lebih jauh di masa depan.
“Dia masih muda dan sudah menunjukkan kualitas luar biasa. Masa depannya sangat menjanjikan,” ujar Van Gastel.
Namun, pelatih asal Belanda itu juga mengingatkan pentingnya proses belajar, terutama bagi pemain muda di posisi krusial seperti penjaga gawang. Ia menekankan bahwa setiap kesalahan harus dijadikan pelajaran untuk berkembang.
Menurutnya, pengalaman di lapangan akan menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan Cahya sebagai pemain profesional. Dengan konsistensi dan kemauan belajar, ia diyakini bisa mencapai level yang lebih tinggi.
Van Gastel pun optimistis bahwa perjalanan karier Cahya Supriadi masih panjang dan penuh peluang untuk berkembang menjadi salah satu kiper terbaik di kompetisi.












