Liganusantara.com, Jakarta – Persebaya Surabaya tengah memusatkan perhatian pada lini pertahanan menjelang duel penting melawan Persita Tangerang dalam lanjutan BRI Super League 2025/26. Tim asal Kota Pahlawan ini berupaya memperbaiki koordinasi di belakang yang sebelumnya sering menimbulkan kebocoran gol.
Rentetan kebobolan dalam beberapa laga terakhir membuat evaluasi mendalam menjadi prioritas. Fokus utama saat ini adalah memastikan transisi dari menyerang ke bertahan berjalan lebih efektif, sehingga tim tidak kehilangan kontrol saat bola direbut lawan.
Transisi Bertahan Jadi Sorotan Utama

Pelatih Bernardo Tavares menekankan pentingnya perbaikan koordinasi ketika kehilangan penguasaan bola. Menurutnya, lemahnya transisi defensif menjadi penyebab utama gawang Persebaya sering kebobolan.
Sejak awal tahun, catatan Persebaya mencatat empat kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Meski produktivitas gol cukup baik dengan 15 gol dari sembilan pertandingan, jumlah kebobolan yang sama menunjukkan ada celah serius di lini belakang.
Evaluasi Setelah Kekalahan Telak
Kekalahan 1-5 dari Borneo FC menjadi titik evaluasi penting. Laga tersebut menunjukkan rapuhnya organisasi pertahanan saat menghadapi tekanan lawan, terutama pada tiga pertandingan terakhir yang menandakan masalah sudah menjadi pola, bukan insiden semata.
“Tujuan kami adalah memperbaiki kesalahan di laga sebelumnya. Kami butuh pemain dengan keseimbangan defensif yang baik agar tidak lagi kebobolan karena penempatan posisi yang kurang tepat,” ungkap Tavares, dikutip dari ileague.id.
Latihan Fokus Keseimbangan Tim
Persebaya kini menekankan latihan pada garis pertahanan dan pengambilan keputusan selama transisi. Pendekatan ini diharapkan membuat disiplin posisi pemain meningkat sepanjang pertandingan.
“Kami menyusun prinsip garis pertahanan dan skema menyerang yang seimbang. Keseimbangan ini penting karena sebagian besar gol yang kami terima berasal dari serangan balik lawan,” lanjut Tavares.
Selain lini belakang, sektor serang juga dibenahi agar lebih tajam dalam memanfaatkan peluang. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan antara agresivitas menyerang dan kehati-hatian bertahan.
Dengan pembenahan ini, Persebaya optimistis bisa tampil lebih solid saat menjamu Persita Tangerang pada Sabtu, 4 April 2026. Disiplin posisi dan pemahaman ruang diprediksi menjadi kunci untuk meredam ancaman lawan sekaligus mengamankan poin maksimal.












