Liganusantara.com, Jakarta – Pengumuman skuad final Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 kembali menjadi topik hangat. Dari 41 pemain yang sebelumnya dipanggil, hanya 24 yang masuk daftar akhir. Kejutan muncul karena dua nama yang dianggap layak justru dicoret, yakni Ricky Kambuaya dan Ezra Walian.
Ricky Kambuaya dan Ezra Walian tampil menonjol bersama klub masing-masing, Dewa United dan Persik Kediri. Ricky bahkan sudah menjadi langganan Timnas di era pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
Pelajaran dari Era Kluivert

Pengamat sepak bola nasional, Binder Singh, menilai kegagalan Timnas di era Patrick Kluivert menjadi pelajaran penting bagi pelatih baru, John Herdman, agar tak mengulangi kesalahan serupa.
Menurut Binder, yang paling penting bukan sekadar hasil akhir, tetapi bagaimana Timnas menampilkan gaya bermain yang efektif. “Dulu, strategi total football ala Kluivert justru gagal total. Tidak hanya karena tim tak lolos ke putaran kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026, tapi permainan mereka juga tidak menunjukkan standar tinggi,” ujar Binder melalui kanal YouTube-nya, Bola Bung Binder.
Menanti Gaya Herdman

Sebelum dicoret, banyak pihak menyanjung kepelatihan Kluivert. Namun kenyataannya, hasilnya jauh dari harapan. Binder menegaskan, kini publik menaruh perhatian pada gaya permainan Timnas di bawah Herdman.
“Debut Herdman akan mulai 27 Maret. Semua mata penggemar sepak bola nasional pasti menyorot bagaimana racikan permainannya,” kata Binder.
Keberhasilan Timnas sebelumnya mendekati peluang lolos ke Piala Dunia menarik perhatian negara tetangga, dan kini publik berharap Herdman bisa mempertahankan momentum itu.
Pemilihan Pemain yang Tidak Mudah
Binder juga menyoroti tantangan Herdman dalam menentukan 24 pemain final. Memang tidak mudah, terutama harus mencoret pemain seperti Ricky Kambuaya dan Ezra Walian.
“Awalnya Herdman memanggil 41 pemain. Untuk memilih yang tepat tentu membutuhkan banyak pertimbangan dan masukan dari asisten pelatih. Keputusan akhir bukan hanya murni dari Herdman,” jelas Binder.
Binder menambahkan, publik tidak boleh langsung menghakimi Herdman. Sebagai pelatih baru, keputusan membentuk skuad final adalah hal yang wajar dan membutuhkan proses adaptasi.
Debut Herdman Bersama Timnas
Kini, perhatian tertuju pada debut Herdman bersama Timnas Indonesia. Pengalaman Herdman membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 menjadi modal penting. Binder menutup komentarnya dengan antusiasme terhadap racikan permainan baru Herdman dan harapan besar untuk performa Timnas Indonesia.












