Liganusantara.com, Jakarta – Bek andalan Timnas Indonesia, Sandy Walsh, terus menunjukkan tajinya di level klub. Pemain naturalisasi tersebut sukses membantu klubnya, Buriram United, mengamankan tiket ke babak perempat final AFC Champions League (ACL) Elite 2025/2026.
Prestasi ini terasa sangat istimewa bagi raksasa Thailand tersebut. Pasalnya, ini merupakan kali pertama dalam sejarah klub mereka mampu menembus babak delapan besar kompetisi kasta tertinggi antarklub Asia tersebut dalam dua musim berturut-turut.
Drama Adu Penalti Lawan Melbourne City
Langkah Buriram United menuju perempat final tidaklah mudah. Sandy Walsh dan kawan-kawan harus melewati hadangan wakil Australia, Melbourne City FC, dalam dua leg yang berlangsung sangat sengit.
Setelah pertarungan alot hingga leg kedua, pemenang akhirnya harus ditentukan melalui drama adu penalti. Mentalitas juara Buriram teruji dalam babak tos-tosan tersebut, hingga akhirnya memastikan diri lolos ke fase selanjutnya.
Ambisi Sandy Walsh: “Mari Kita Mulai!”

Kebanggaan terpancar dari sosok Sandy Walsh. Mantan pemain KV Mechelen tersebut mengekspresikan kegembiraannya melalui akun media sosial pribadinya. Ia tampak sangat antusias menatap tantangan yang lebih besar di fase perempat final nanti.
“Lolos ke perempat final ACL Elite dua kali berturut-turut! Mari kita mulai!” tulis Sandy dengan penuh semangat di Instagram.
Buriram United kini tengah menanti siapa lawan yang akan mereka hadapi. Berdasarkan jadwal, pengundian atau drawing untuk babak perempat final akan diselenggarakan pada 18 Maret mendatang.
Tantangan Berat di Arab Saudi

Memasuki babak perempat final, tantangan bagi tim-tim dari Asia Tenggara dan Timur akan semakin berat. Hal ini dikarenakan format unik (yang kerap dianggap kontroversial) dari AFC Champions League Elite musim ini, di mana seluruh pertandingan mulai dari perempat final, semifinal, hingga final akan dipusatkan di Arab Saudi.
Kondisi ini jelas memberikan keuntungan bagi klub-klub tuan rumah Arab Saudi yang tidak perlu melakukan perjalanan jauh atau beradaptasi dengan cuaca ekstrem. Sementara itu, Sandy Walsh dan Buriram United dituntut untuk memiliki fisik dan mental ekstra guna mematahkan hegemoni klub-klub Timur Tengah di rumah mereka sendiri.










