liganusantara.com – ,Jakarta Kondisi yang dialami Persis Solo dan Bali United di ajang BRI Super League 2025/2026 saat ini terlihat sangat kontras. Perbedaan tersebut bukan hanya soal posisi di klasemen sementara, tetapi juga terkait kebijakan kedua klub dalam mengatur komposisi pemain, terutama legiun asing.
Persis Solo menjadi salah satu klub yang melakukan perubahan besar pada putaran kedua kompetisi. Tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu bahkan merombak seluruh pemain asingnya. Hal ini berbeda dengan Bali United yang justru memilih mempertahankan mayoritas pemain dari putaran pertama, bahkan menambah dua nama baru yaitu Teppei Yachida dan Diego Campos.
Meski sudah melakukan perubahan besar dalam skuadnya, hasil yang diraih Persis Solo belum terlalu menggembirakan. Sejauh ini mereka baru meraih satu kemenangan pada putaran kedua, yaitu saat menundukkan Persik Kediri dengan skor 2-1.
Situasi tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Bali United yang baru saja meraih kemenangan pada pekan sebelumnya ketika menghadapi Arema FC. Namun bagi Persis Solo, perubahan total pada pemain asing tampaknya masih belum cukup untuk membawa mereka keluar dari zona degradasi.
Penjaga Gawang

Pada posisi penjaga gawang, Persis Solo mendatangkan Vukasin Vranes untuk memperkuat tim. Kiper asal Serbia tersebut sempat tampil dalam enam pertandingan awal sebelum akhirnya hanya menjadi cadangan pada laga melawan Persijap Jepara pekan lalu. Selama enam penampilannya, ia telah kebobolan enam gol.
Namun catatan tersebut masih lebih baik dibandingkan kiper Bali United, Mike Hauptmeijer. Dalam tujuh pertandingan yang dijalani, gawangnya sudah kemasukan 16 gol. Statistik ini tentu menjadi perhatian serius bagi lini pertahanan Bali United.
Pemain Bertahan

Di sektor pertahanan, Persis Solo juga menambah pemain asing baru yaitu Luca Dumancic. Bek tengah asal Kroasia tersebut langsung dipercaya menjadi starter dan tampil dalam enam pertandingan sejak bergabung.
Sementara itu, Bali United masih mengandalkan Joao Ferrari di jantung pertahanan. Bek yang memiliki darah Brasil-Italia tersebut tetap menjadi pilihan utama pelatih Johnny Jansen untuk menjaga lini belakang Serdadu Tridatu.
Lini Tengah

Persis Solo juga memperkuat lini tengah dengan beberapa pemain asing. Salah satunya Andrei Alba, gelandang bertahan asal Brasil yang sudah tampil dalam lima pertandingan dan menyumbangkan satu assist.
Di posisi gelandang tengah terdapat Miroslav Maricic yang sudah bermain dalam enam laga, meskipun belum mencatatkan gol maupun assist. Selain itu, ada juga Dimitri, gelandang serang asal Brasil yang telah tampil dalam empat pertandingan dan menyumbang dua assist.
Di kubu Bali United, Brandon Wilson dipastikan belum dapat bermain. Posisi gelandang bertahan kemungkinan akan diisi oleh Tim Receveur. Selain itu, Bali United juga memiliki pemain kreatif seperti Jordy Bruijn dan Mirza Mustafic yang cukup produktif mencetak gol dari lini tengah.
Nama lain yang patut diperhatikan adalah Teppei Yachida. Pemain ini mulai menunjukkan performa yang semakin padu dengan permainan Bali United. Kepercayaan dirinya meningkat setelah mencetak dua gol saat menghadapi Arema FC pada pekan lalu.
Lini Serang

Pada sektor penyerang, Persis Solo juga cukup aktif mendatangkan pemain baru. Salah satunya Jefferson Carioca yang baru tampil satu kali. Selain itu ada mantan striker PSM Makassar, Abu Razard Kamara, yang sejauh ini baru bermain dua kali sebagai pemain pengganti.
Ancaman utama bagi Bali United kemungkinan datang dari striker Ukraina Roman Paparyga, yang sudah mencetak tiga gol dalam enam pertandingan.
Selain itu Persis Solo juga memiliki Dejan Tumbas, mantan penyerang Persebaya Surabaya yang telah tampil dalam empat pertandingan. Ada pula Bruno Gomes yang direkrut dari Semen Padang dan sudah mencetak satu gol dari tiga laga.
Sementara itu, Bali United masih mengandalkan Thijmen Goppel di sektor sayap. Pemain ini tampil cukup impresif dengan koleksi enam gol dan enam assist sejauh musim ini. Di lini depan juga ada Boris Kopitovic yang telah mencatatkan empat gol dan dua assist dari 21 pertandingan.
Terakhir, Diego Campos akhirnya berhasil membuka rekening golnya bersama Bali United ketika menghadapi Arema FC. Gol tersebut sekaligus menjawab kritik yang sebelumnya datang dari para pendukung Serdadu Tridatu.








