liganusantara.com – ,Jakarta PSBS Biak akan menjalani pertandingan penting ketika menghadapi Semen Padang pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Senin (9/3/2026) pukul 20.30 WIB.
Pertemuan kedua tim ini sangat menentukan karena sama-sama sedang berjuang keluar dari zona degradasi. Saat ini PSBS Biak berada di peringkat ke-16 dengan raihan 18 poin, sementara Semen Padang berada di posisi terbawah klasemen dengan koleksi 17 poin.
Dengan selisih poin yang sangat tipis, kemenangan menjadi target utama bagi kedua tim agar tetap memiliki peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, menyadari betapa pentingnya laga ini bagi timnya.
Ia menegaskan bahwa para pemain sudah memahami situasi yang dihadapi sehingga tidak perlu lagi diberi motivasi tambahan.
“Semua orang tahu betapa pentingnya pertandingan ini. Saya percaya kepada para pemain karena setelah beberapa pertandingan bersama, mereka mulai memahami metode serta filosofi permainan yang saya terapkan,” ujar Mihail dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
PSBS Belum Menang di Putaran Kedua

Tim berjuluk Badai Pasifik masih dibayangi catatan kurang baik sepanjang putaran kedua BRI Super League musim ini. Hingga kini, Sandro Embalo dan rekan-rekan belum berhasil meraih kemenangan.
Terakhir kali PSBS mendapatkan tiga poin terjadi pada pekan ke-17 saat mereka menundukkan Bhayangkara FC dengan skor 4-1 di Stadion Maguwoharjo pada 12 Januari lalu.
Mihail mengakui kondisi tersebut memang menjadi tantangan bagi timnya. Namun menurutnya situasi seperti ini cukup wajar karena banyak tim melakukan perubahan dalam skuad pada paruh musim.
“Memang benar kami belum meraih kemenangan di putaran kedua. Tetapi hal itu cukup normal karena banyak tim melakukan transfer pemain dan memperkuat komposisi skuad mereka,” jelas pelatih asal Rumania tersebut.
Ia juga mencontohkan beberapa tim yang tampil lebih solid karena sudah memiliki kerja sama yang terbangun dalam waktu lama.
“Ketika menghadapi Kediri misalnya, terlihat jelas mereka memiliki organisasi tim yang kuat karena sudah bermain bersama cukup lama. Konsistensi dalam metode latihan dan filosofi permainan memang menjadi salah satu kunci keberhasilan,” tambahnya.
Dampak Pergantian Pelatih

Selain menghadapi kesulitan di bursa transfer akibat sanksi FIFA, Mihail juga menilai pergantian pelatih yang terjadi sejak awal musim turut memengaruhi performa tim.
Menurutnya, perubahan strategi dan filosofi permainan dari pelatih yang berbeda bisa membuat pemain membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
“Sejak awal musim tim ini sudah beberapa kali berganti pelatih dengan pendekatan yang berbeda-beda. Hal itu tentu bisa membuat pemain merasa bingung. Terkadang perubahan bisa langsung berhasil, tetapi sering kali juga membutuhkan waktu,” ungkap Mihail.
Sebelum ditangani Marian Mihail, PSBS Biak dilatih oleh Divaldo Alves. Namun pelatih asal Portugal tersebut diberhentikan menjelang berakhirnya putaran pertama karena dianggap belum mampu membawa tim bersaing secara maksimal.
Kini, laga melawan Semen Padang menjadi kesempatan penting bagi PSBS Biak untuk menghentikan tren negatif sekaligus menjaga harapan bertahan di BRI Super League musim depan.








