Liganusantara.com, Jakarta – Pemimpin klasemen Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026, PSS Sleman, bersiap melakoni laga tandang krusial melawan Persela Lamongan. Pertandingan pekan ke-21 ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Surajaya pada Minggu (1/3/2026) malam pukul 20.30 WIB.
Skuad berjuluk Super Elang Jawa tiba di Lamongan dengan kepercayaan diri tinggi setelah melewati masa pemulihan pasca-laga melawan Persipura Jayapura pekan lalu. Pelatih PSS, Ansyari Lubis, mengonfirmasi bahwa anak asuhnya dalam kondisi bugar dan siap tempur.
Mentalitas Final di Putaran Ketiga

Menghadapi Laskar Joko Tingkir, Ansyari Lubis menekankan pentingnya menjaga fokus. Mengingat rekor pertemuan musim ini yang kurang memihak PSS—sekali imbang dan sekali kalah—laga ini menjadi momentum tepat untuk melakukan revans.
“Memasuki putaran ketiga, setiap pertandingan bagi kami adalah laga final. Target kami jelas, membawa pulang poin dari Lamongan. Kami harus tampil habis-habisan, bekerja keras, dan tidak boleh kehilangan konsentrasi sedikit pun,” tegas Ansyari dalam sesi pre-match.
Ia juga menambahkan bahwa kedua tim sudah sangat mengenal kekuatan satu sama lain. Menurutnya, pemenang dalam laga besok adalah tim yang paling disiplin dalam mengeksekusi strategi di atas lapangan.
Ujian Tanpa Gustavo Tocantins

Dalam lawatan kali ini, PSS memboyong 23 pemain terbaiknya. Sayangnya, lini serang Laskar Sembada dipastikan pincang menyusul absennya bomber maut, Gustavo Tocantins. Penyerang asal Brasil tersebut harus menepi akibat hukuman akumulasi kartu kuning.
Kendati kehilangan mesin gol utamanya, Ansyari tetap bersikap optimis. Ia percaya stok pemain depan yang dimiliki PSS mampu menutup lubang yang ditinggalkan Tocantins.
“Hanya Gustavo yang absen karena akumulasi. Kami masih memiliki beberapa opsi di lini depan yang kualitasnya tidak kalah saing. Kami tetap yakin pada komposisi tim yang ada untuk menghadapi Persela,” tutup pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Status di Klasemen
PSS Sleman saat ini masih bertakhta di posisi teratas Grup Timur dengan raihan 42 poin. Margin dua angka dari Persipura Jayapura dan empat angka dari Barito Putera membuat kemenangan di markas Persela menjadi harga mati demi mengamankan posisi puncak.










