Liganusantara.com, Jakarta – Sepak bola seringkali menjadi panggung yang kejam bagi para pelakunya. Di satu waktu, seorang pemain bisa menjadi pujaan jutaan pasang mata, namun di waktu lain, cedera dan penurunan performa bisa memaksa mereka menjauh dari gemerlap klub raksasa.
Fenomena ini dialami oleh beberapa penggawa yang dulunya merupakan langganan Timnas Indonesia. Sempat membela klub-klub elite dan mencatatkan prestasi membanggakan, kini mereka harus rela berganti seragam ke tim yang lebih kecil demi mendapatkan menit bermain. Berikut adalah ulasan empat pemain yang kariernya tengah mengalami fase sulit:
1. Febri Hariyadi (Persis Solo)

Siapa yang tidak ingat dengan kecepatan kilat “Bow” di sisi sayap? Febri Hariyadi sempat menjadi ikon Persib Bandung dan amunisi tak tergantikan di era awal Luis Milla. Memulai debut senior pada 2017, ia mencatatkan 19 penampilan bersama skuad Garuda.
Namun, hantaman cedera menjadi titik balik kariernya. Kehilangan tempat utama di Maung Bandung musim lalu, pemain berusia 30 tahun ini akhirnya harus keluar dari zona nyaman. Untuk pertama kalinya, Febri meninggalkan Bandung untuk membela Persis Solo dengan status pinjaman, berharap bisa menemukan kembali sentuhan magisnya di Manahan.
2. Rezaldi Hehanussa (Persik Kediri)

Pemain yang akrab disapa “Bule” ini dulunya adalah bek kiri terbaik tanah air. Puncak kariernya terjadi saat membawa Persija Jakarta berjaya dan menjadi andalan Timnas di berbagai ajang, mulai dari SEA Games hingga Asian Games.
Sayangnya, cedera lutut kronis menghambat langkahnya. Sempat mencoba peruntungan dengan menyeberang ke Persib Bandung, kondisi fisik yang tidak menentu membuatnya kembali terpinggirkan. Kini, Rezaldi mencoba membangun kembali reputasinya di Jawa Timur bersama Persik Kediri.
3. Ilham Udin Armaiyn (PSBS Biak)

Sebagai salah satu pahlawan Timnas U-19 saat menjuarai Piala AFF 2013, Ilham Udin sempat digadang-gadang sebagai talenta besar. Ia bahkan sempat berkarier di luar negeri bersama Selangor FC di Malaysia.
Namun, inkonsistensi performa membuat kariernya perlahan meredup. Setelah berpindah-pindah klub mulai dari Arema FC hingga Malut United tanpa menjadi pilihan utama, winger asal Ternate berusia 29 tahun ini kini berlabuh di tim promosi PSBS Biak. Misi besarnya adalah membuktikan bahwa ketajamannya belum sepenuhnya habis.
4. Syahrian Abimanyu (Persik Kediri)

Kisah Syahrian Abimanyu mungkin yang paling mengejutkan. Sempat menyandang status sebagai pemain klub raksasa Malaysia, Johor Darul Takzim (JDT), dan mencicipi Liga Australia bersama Newcastle Jets, Abi adalah gelandang cerdas favorit Shin Tae-yong.
Di usianya yang baru menginjak 26 tahun—usia yang seharusnya merupakan masa keemasan—Abi justru mengalami penurunan grafik. Setelah terlempar dari skuat utama di klub sebelumnya, ia kini bergabung dengan Persik Kediri. Tantangan besar menantinya untuk kembali merebut tempat di hati pencinta sepak bola nasional dan kembali ke radar tim nasional.










