liganusantara.com – ,Jakarta Persaingan di papan bawah BRI Super League 2025/2026 kian memanas. Perbedaan poin yang sangat tipis membuat setiap laga terasa krusial, termasuk bagi PSBS Biak yang tengah berjuang keluar dari zona berbahaya.
Tim berjuluk Badai Pasifik itu saat ini menempati posisi ke-15 klasemen sementara dengan koleksi 18 poin dari 20 pertandingan. Raihan tersebut sama dengan Persijap Jepara yang berada tepat di bawahnya. Sementara dua posisi terbawah ditempati Semen Padang (16 poin) dan Persis Solo (13 poin).
Kondisi ini jelas belum aman bagi wakil asal Biak tersebut. Meski demikian, pelatih anyar PSBS, Marian Mihail, menilai situasi tersebut sebagai tantangan yang harus dijawab dengan kerja keras dan keyakinan.
Kompetisi Semakin Merata
Mihail mengungkapkan bahwa peta persaingan musim ini berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu saat ia masih menangani PSS Sleman. Menurutnya, kualitas antar tim kini semakin seimbang sehingga tak ada laga yang bisa dianggap mudah.
Ia menilai seluruh peserta liga memiliki peluang yang sama untuk meraih kemenangan, terlepas dari posisi di klasemen. Karena itu, tim-tim papan bawah harus bekerja ekstra untuk mengamankan poin demi menjauh dari ancaman degradasi.
Mihail juga mengaku telah berdiskusi dengan manajemen terkait situasi tim. Ia menyadari PSBS bukanlah klub besar, namun menegaskan bahwa skuadnya memiliki semangat dan daya juang yang tinggi.
Percaya Bisa Bertahan
Pelatih asal Rumania itu turut menyampaikan kesan positif terhadap para pemainnya. Walau tidak dipenuhi nama-nama besar, ia melihat potensi dari sisi karakter, disiplin, dan kemauan untuk berkembang.
Menurutnya, PSBS merupakan tim yang mudah diarahkan, rendah hati, dan memiliki semangat belajar yang kuat. Hal tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi sisa kompetisi.
Ia menegaskan tim akan fokus menatap laga demi laga. Setelah merayakan hasil positif, perhatian kini diarahkan pada pertandingan berikutnya melawan PSIM dengan target mencuri poin.
Dengan dukungan pemain, staf pelatih, serta manajemen, Mihail optimistis PSBS mampu bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.
Sinergi dengan Kahudi
Sebelumnya, pelatih interim Kahudi Wahyu Widodo sempat menyoroti persoalan fokus tim yang kerap menurun pada menit-menit akhir pertandingan. Namun pada laga terbaru, PSBS justru mampu mencetak gol penting di fase krusial.
PSBS sukses menahan imbang Persis Solo 1-1 pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Sabtu (21/2/2026) malam WIB. Gol penyeimbang dicetak Luquinhas pada menit ke-81.
Mihail juga memuji kerja samanya dengan Kahudi. Ia menilai sang kolega memiliki potensi besar untuk berkembang di sepak bola Indonesia, terutama karena ketertarikannya terhadap inovasi taktik serta pembawaan yang tenang.
Menurut Mihail, Kahudi berperan besar membantunya memahami karakter tim dan para pemain dalam waktu singkat. Meski mengakui dirinya lebih ekspresif di sisi lapangan, ia menegaskan hubungan keduanya sangat harmonis dan profesional.










