Liganusantara.com, Jakarta – Persib Bandung berada di ujung tanduk pada ajang AFC Champions League (ACL) 2 2025/2026. Kekalahan telak 0-3 dari Ratchaburi FC di Thailand pada leg pertama pekan lalu memaksa Maung Bandung mendaki “gunung yang sangat tinggi” saat bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026) malam WIB.
Skenario Lolos: Menang Telak atau Adu Penalti
Tugas anak asuh Bojan Hodak sudah jelas: mereka wajib menang dengan selisih minimal empat gol (seperti 4-0 atau 5-1) untuk langsung menyegel tiket perempat final. Jika Marc Klok dkk. hanya mampu unggul tiga gol (misalnya 3-0) hingga waktu normal dan babak tambahan berakhir, maka nasib kedua tim akan ditentukan melalui drama adu penalti.
Belajar dari “Mutiara Hitam”

Meski terlihat mustahil, sejarah mencatat bahwa wakil Indonesia pernah melakukan keajaiban serupa. Persib bisa berkaca pada Persipura Jayapura di AFC Cup 2014 (kompetisi sebelum berganti nama menjadi ACL 2).
Kala itu, Persipura menghadapi sang juara bertahan, Kuwait SC, di babak perempat final. Setelah menyerah 2-3 di leg pertama, Mutiara Hitam mengamuk di Jayapura. Di bawah terik matahari Stadion Mandala, Boaz Solossa dkk. melumat raksasa Kuwait itu dengan skor fantastis 6-1. Persipura pun melaju ke semifinal dengan agregat 8-4—sebuah rekor tertinggi tim Indonesia di level Asia yang belum terpecahkan hingga kini.
Analisis Bojan Hodak

Pelatih Persib, Bojan Hodak, tetap memelihara asa. Ia terus membedah kekuatan lawan melalui rekaman video laga terakhir. Bojan optimistis karena Persib punya modal bagus saat menahan imbang Ratchaburi 2-2 pada laga pramusim lalu lewat brace Beckham Putra.
“Kami sedang menganalisis cara mereka bermain. Mereka tipikal tim Thailand yang sangat kuat dalam penguasaan bola dan ofensif. Perbedaan cuaca di Bandung akan menjadi faktor, tapi kami sangat percaya diri dan siap tempur,” tegas pelatih asal Kroasia tersebut.
Dukungan penuh Bobotoh di GBLA diharapkan menjadi bahan bakar bagi Persib untuk mengulang sejarah manis Persipura dan menjaga martabat sepak bola Indonesia di kancah internasional.










