InternasionalNasionalNEWSOlahragaPrediksi dan AnalisisSepakbolaTimnas IndonesiaTOPSKORTRENDING

Nasib Timnas Indonesia di Asian Games 2026 Terancam: PSSI Harus Berjuang Geser Slot Australia!

×

Nasib Timnas Indonesia di Asian Games 2026 Terancam: PSSI Harus Berjuang Geser Slot Australia!

Sebarkan artikel ini
Nasib Timnas Indonesia di Asian Games 2026 Terancam: PSSI Harus Berjuang Geser Slot Australia!
Nasib Timnas Indonesia di Asian Games 2026 Terancam: PSSI Harus Berjuang Geser Slot Australia!

Liganusantara.com, Jakarta – Awan mendung menyelimuti persiapan Timnas Indonesia U-23 menuju Asian Games 2026. Langkah Garuda Muda menuju Aichi-Nagoya, Jepang, kini terbentur tembok regulasi baru yang diterapkan oleh AFC dan OCA (Dewan Olimpiade Asia) yang dinilai sangat merugikan.

Berbeda dengan edisi sebelumnya di Hangzhou, aturan baru ini membatasi peserta cabang sepak bola putra hanya untuk 16 tim yang berhasil melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2026. Masalahnya, skuat asuhan Gerald Vanenburg sudah lebih dulu tersingkir di babak kualifikasi yang berlangsung di Sidoarjo.

Kondisi ini menciptakan efek domino bagi Kadek Arel dan kawan-kawan. Tanpa tiket Piala Asia U-23, pintu menuju Asian Games seolah tertutup rapat. Namun, secercah harapan muncul jika PSSI dan KOI (Komite Olimpiade Indonesia) mampu melakukan lobi tingkat tinggi terkait status Australia.

Gugatan Status Australia: Bukan “Asli” Asia?

Celah yang bisa dimanfaatkan Indonesia adalah posisi Australia. Meski Federasi Sepak Bola Australia (FA) merupakan anggota AFC sejak 2006, secara geografis mereka bukan bagian dari benua Asia. Hal ini memicu perdebatan mengenai kelayakan mereka tampil di ajang multievent seperti Asian Games.

Sejarah mencatat bahwa Australia tidak pernah mengirimkan tim sepak bola ke SEA Games meskipun sudah menjadi anggota AFF. Jika PSSI berhasil meyakinkan AFC dan OCA bahwa slot Asian Games hanya diperuntukkan bagi negara geografis Asia, maka satu tempat yang ditinggalkan Australia bisa diperebutkan kembali.

Kritik Tajam Pengamat: Regulasi AFC Dinilai Rancu

Pengamat sepak bola kawakan, Toni Ho, menilai kebijakan menyertakan Australia dalam kuota 16 besar Asian Games sebagai sebuah keanehan. Menurutnya, marwah Asian Games sebagai pesta olahraga bangsa Asia harus tetap murni tanpa intervensi negara luar kawasan.

“Aturan yang dirancang AFC dan OCA ini membingungkan. Ini adalah ajang multicabang antarnegara Asia, jadi tidak semestinya ada peserta dari luar benua Asia yang ikut campur,” cetus mantan pelatih Persipura Jayapura tersebut.

Toni Ho memberikan saran konkret sebagai solusi paling adil. Jika Australia dianulir, slot kosong tersebut sebaiknya ditentukan melalui mekanisme play-off.

“Langkah paling fair adalah memperebutkan satu tempat sisa melalui laga play-off bagi negara-negara yang gagal di kualifikasi kemarin. Ini adalah jalan tengah yang logis,” pungkas Toni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *