liganusantara.com – ,Jakarta Setelah langkah menuju putaran final Piala Dunia 2026 terhenti, Timnas Indonesia kini memulai fase anyar bersama pelatih baru, John Herdman. Turnamen FIFA Series edisi Maret 2026 menjadi ajang pembuktian pertama bagi Skuad Garuda di bawah arahannya.
Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah dalam turnamen mini yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 21–31 Maret 2026. Kompetisi ini menggunakan format semifinal dan final, serta diikuti empat negara dari konfederasi berbeda.
Selain Indonesia, tiga tim lain yang ambil bagian adalah Bulgaria (UEFA), Kepulauan Solomon (OFC), serta Saint Kitts and Nevis (CONCACAF). Pada pertandingan pembuka, Indonesia dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis.
Apabila mampu mengamankan kemenangan di semifinal, Indonesia akan berjumpa pemenang laga Bulgaria kontra Kepulauan Solomon. Secara prediksi di atas kertas, duel final berpotensi mempertemukan Indonesia dengan Bulgaria.
Turnamen ini pun disambut antusias oleh publik sepak bola nasional. Gelar FIFA Series diharapkan menjadi momentum kebangkitan setelah kegagalan menembus panggung Piala Dunia.
Ropan: Momentum untuk “Pecah Telur”

Pengamat sepak bola Tanah Air, Ronny Pangemanan, menilai ajang ini bisa menjadi titik awal prestasi bagi era baru Timnas.
Menurutnya, peluang mengangkat trofi di kandang sendiri akan menjadi suntikan moral besar bagi skuad asuhan Herdman. Ia membayangkan sang pelatih bersama kapten tim mengangkat gelar perdana sebagai simbol dimulainya fase baru yang menjanjikan.
Ropan juga menilai publik menaruh rasa penasaran terhadap sentuhan Herdman, yang sebelumnya dikenal sukses membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022. Banyak yang ingin melihat pendekatan dan strategi apa yang akan diterapkannya bersama Skuad Garuda.
Tetap Waspada Hadapi Saint Kitts and Nevis

Menjelang laga pertama, Indonesia dinilai memiliki keunggulan dari segi komposisi pemain. Sejumlah nama yang merumput di Eropa seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Emil Audero, hingga Rizky Ridho disebut memberikan nilai tambah dari sisi kualitas.
Namun demikian, Ropan mengingatkan agar tim tidak meremehkan Saint Kitts and Nevis. Herdman sendiri pernah menghadapi tim tersebut saat masih menangani Kanada di zona CONCACAF, dan ketika itu laga berlangsung ketat.
Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa perbedaan materi pemain tidak otomatis menjamin kemenangan. Meski banyak pemain Indonesia kini berkarier di kompetisi Eropa, fokus dan disiplin tetap menjadi kunci untuk mengamankan tiket ke final.
Kini perhatian publik tertuju pada kiprah Timnas di FIFA Series 2026. Apakah turnamen ini akan menjadi awal manis dan menghadirkan trofi pertama di era John Herdman? Jawabannya akan ditentukan di atas lapangan.











