Harapan Persija Jakarta untuk memangkas jarak poin dengan para pesaing di papan atas BRI Super League 2025/2026 harus sirna setelah hasil mengecewakan pada pekan ke-20. Skuad berjuluk Macan Kemayoran tersebut terpaksa mengakui keunggulan Arema FC dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (8/2/2026).
Kekalahan 0-2 di kandang sendiri ini membuat Persija kian tertinggal dari sang pemuncak klasemen, Persib Bandung, dan penghuni peringkat kedua, Borneo FC. Di saat yang sama, Persib berhasil mengamankan kemenangan 2-0 atas Malut United, sementara Borneo FC sukses melakukan comeback dramatis saat menjamu Bhayangkara FC.
Selisih Poin yang Melebar

Akibat tren negatif ini, Persija kini tertahan di posisi ketiga dengan koleksi 41 poin. Selisih angka dengan Persib Bandung kini melebar menjadi enam poin, sementara dengan Borneo FC mereka tertinggal lima poin.
Menanggapi situasi tersebut, pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, enggan terlalu terpaku pada klasemen lawan. Ia menegaskan bahwa timnya lebih memilih fokus pada evaluasi internal.
“Mengenai jarak poin dengan Persib, fokus utama kami hanyalah pada hal-hal yang berada di bawah kendali tim. Kami sadar laga kemarin sangat krusial, tapi perlu diingat bahwa perjalanan kompetisi ini masih sangat panjang,” ungkap Souza.
Kendala Kelengkapan Skuad
Salah satu tantangan berat yang dihadapi Souza adalah absennya sejumlah pilar utama. Saat melawan Arema FC, nama-nama seperti Mauro Zijlstra, Jean Mota, dan Cyrus Margono belum bisa diturunkan. Souza menyebutkan bahwa integrasi pemain baru membutuhkan waktu, terlebih Mauro Zijlstra baru mengikuti satu kali sesi latihan resmi.
“Fokus saya saat ini adalah membantu para pemain baru untuk beradaptasi. Kami kehilangan total delapan pemain sebelumnya, dan di laga terakhir masih ada tiga pemain yang harus absen,” tambahnya.
Evaluasi Lini Depan

Menganalisis jalannya pertandingan melawan Arema, pelatih asal Brasil ini menyoroti lemahnya kreativitas di area sepertiga akhir lapangan. Meski Persija mendominasi serangan, penyelesaian akhir dan kualitas operan pamungkas menjadi kendala utama.
“Kami mampu menembus pertahanan lawan berkali-kali, namun kami kehilangan ketenangan dalam memberikan umpan terakhir,” jelas Souza.
Meski kecewa dengan hasil akhirnya, Souza memuji semangat juang anak asuhnya yang terus berusaha mengejar ketertinggalan hingga menit terakhir. Ia berjanji akan mempertahankan karakter permainan menyerang Persija demi mengembalikan tim ke jalur juara yang semestinya.












