liganusantara.com – ,Jakarta PSBS Biak harus menelan kekalahan tipis 1-2 dari PSM Makassar dalam laga pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (8/2/2026) sore WIB.
Gol tunggal PSBS dicetak oleh Ruyery Blanco pada menit ke-80, sementara PSM berhasil unggul lewat Rizky Eka Pratama di menit ke-43 dan Gledson Paixao Da Silva pada menit ke-54.
Caretaker pelatih PSBS, Kahudi Wahyu Widodo, menilai performa timnya pada babak pertama belum sesuai harapan. Ia menyebut para pemain terlalu banyak berpikir saat berada di lapangan sehingga kurang lepas.
“Hasil ini tentu sangat mengecewakan. Seharusnya kami bisa memetik poin penuh, tapi kenyataannya berbeda,” ujar Kahudi.
“Secara taktik, pada babak pertama rencana permainan kami tidak berjalan. Ada beberapa kesalahan yang muncul karena pemain terlalu memikirkan setiap langkah. Mereka tampak kurang segar dan bugar di awal pertandingan,” tambahnya.
Perubahan Strategi di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Kahudi mencoba strategi berbeda. PSBS, yang dijuluki Badai Pasifik, menghentikan tekanan tinggi (high press) dan lebih fokus menunggu lawan di tengah untuk memaksimalkan serangan balik.
“Di awal babak kedua, saya ubah pendekatan dengan tidak melakukan high press dan menunggu lawan di tengah. Strategi ini cukup efektif, kami beberapa kali melakukan serangan balik, tetapi belum berhasil mencetak gol,” kata Kahudi.
“Menjelang akhir, saya mengganti formasi dari tiga bek menjadi empat bek dan fokus pada umpan silang cepat. Strategi ini menghasilkan banyak peluang, tapi penyelesaian akhirnya masih kurang maksimal. Saya juga menilai kami kurang beruntung hari ini. Meski begitu, saya tetap mengapresiasi perjuangan anak-anak dan berharap mereka segera bangkit,” tuturnya.
Kekalahan yang Menyakitkan

Gelandang PSBS, Yano Putra, mengaku kekalahan di kandang sendiri ini terasa sangat menyakitkan. Ia menyoroti sejumlah kesalahan yang seharusnya bisa dihindari timnya.
“Pertandingan ini cukup merugikan karena kami bermain di kandang dan butuh tiga poin. Namun, inilah sepak bola, kadang kalah, menang, atau seri. Hari ini kami kalah karena kesalahan sendiri,” ucap Yano.
“Kami tidak mampu memanfaatkan peluang yang ada. Babak pertama kami kebobolan, awal babak kedua kembali kebobolan, baru kemudian kami berhasil mencetak satu gol. Dari pengalaman ini, kami belajar agar bisa tampil lebih baik di laga berikutnya,” tambahnya.
Hasil ini membuat posisi PSBS Biak tetap berada di zona bawah klasemen sementara BRI Super League, tepatnya di peringkat ke-15 dengan 17 poin.











