liganusantara.com – ,Jakarta Pelatih caretaker PSBS Biak, Kahudi Wahyu Widodo, menekankan agar para pemainnya tetap fokus dan rendah hati menjelang laga tandang ke markas Madura United pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.
Pertandingan antara Madura United dan PSBS dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jawa Timur, pada Sabtu (31/1/2026) pukul 19.00 WIB.
Meski PSBS mendapat banyak pujian setelah tampil solid dalam kekalahan tipis 0-1 dari pemuncak klasemen Persib Bandung pekan lalu, Kahudi mengingatkan timnya agar tidak lengah.
“Sejak awal saya tekankan, tim ini sebenarnya punya potensi besar asalkan mau bekerja sama dan berusaha konsisten, seperti yang terlihat melawan Persib dan Bhayangkara FC,” ujar Kahudi kepada Bola.com, Kamis (29/1/2026).
“Saya berharap saat melawan Madura, mereka bisa menunjukkan performa serupa, meski ada beberapa pemain yang absen,” tambah mantan pelatih Persijap Jepara itu.
Pertarungan Penting di Papan Bawah

Laga kontra Madura United menjadi sangat penting karena kedua tim sedang bersaing ketat di papan bawah klasemen. Saat ini, PSBS berada di posisi ke-15 dengan 16 poin, sementara Madura United berada tepat di atasnya dengan 17 poin.
“Kita tahu pertandingan besok krusial karena hasilnya akan menentukan posisi di klasemen. Siapa yang menang akan naik peringkat, itu jelas,” ujar Kahudi.
“Oleh karena itu, saya minta anak-anak tetap fokus, jangan terpengaruh hal lain. Kita harus percaya diri dan bertekad meraih poin penuh,” tegasnya.
Waspada Kekuatan Lawan

Kahudi mengakui laga nanti tidak mudah. Ia menyebut kualitas Madura United yang dihuni sejumlah pemain berpengalaman, termasuk Lulinha yang telah mencetak empat gol dan dua assist.
“Ini pertandingan penting, dan kami berharap bisa meraih poin di sana. Madura punya beberapa pemain yang bagus, dan gaya bermain mereka mirip dengan Persib, jadi itu harus diwaspadai,” jelasnya.
Meski demikian, Kahudi optimistis timnya bisa tampil maksimal jika tetap disiplin dengan sistem yang diterapkan.
Motivasi dari Pujian
Pelatih asal Madiun, Jawa Timur ini juga menyoroti meningkatnya rasa percaya diri para pemain setelah melawan Persib. Ia menekankan agar pujian tidak membuat mereka terlena.
“Percaya diri itu boleh, tapi harus hati-hati. Pujian bisa membuat orang lengah dan keluar dari jalur. Itu yang saya tekankan ke anak-anak,” kata Kahudi.
“Apresiasi kemarin dijadikan motivasi saja, jangan sampai membuat kita jumawa,” tutupnya.










