liganusantara.com – ,Jakarta Penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, masih berjuang menemukan konsistensi performa bersama DPMM FC di ajang Liga Super Malaysia. Hingga saat ini, kontribusi golnya dinilai belum sesuai harapan, sementara persaingan di lini depan justru semakin ketat dengan masuknya pemain asing anyar.
Dari total 18 pertandingan di berbagai kompetisi musim ini, striker berusia 23 tahun tersebut baru mencatatkan empat gol serta dua assist untuk klub asal Brunei Darussalam itu. Catatan tersebut tergolong minim jika dibandingkan dengan rekan setimnya.
Sananta masih tertinggal dari Jordan Murray, penyerang asal Australia yang sudah mengemas enam gol dan empat assist. Selain itu, winger lokal Hakeme Yazid juga tampil impresif dengan torehan enam gol dan dua assist.
Meski sempat mengalami paceklik gol cukup lama, Sananta akhirnya kembali mencetak gol di ajang Piala Malaysia. Namun, tantangan yang dihadapi ke depan dipastikan semakin berat setelah DPMM FC mendatangkan penyerang impor baru.
Akhiri Paceklik Gol

Di kompetisi Liga Super Malaysia 2025/2026, gol terakhir Sananta tercipta pada pekan ke-12 saat DPMM FC menaklukkan Sabah FC dengan skor 2-1. Setelah laga tersebut, ia gagal mencetak gol dalam empat pertandingan beruntun.
Momen kebangkitan Sananta hadir di Piala Malaysia 2026. Eks pemain PSM Makassar dan Persis Solo itu menyumbang satu gol ketika DPMM FC mengalahkan Kelantan Red Warriors. Sayangnya, pada leg kedua babak 16 besar yang berlangsung 24 Januari 2026, ia kembali gagal menambah koleksi gol.
Gol tersebut sempat menjadi harapan untuk mengembalikan kepercayaan dirinya sebagai ujung tombak. Sananta pun menegaskan keinginannya untuk terus memberi dampak positif bagi tim.
“Saya senang bisa membantu tim dan kembali mencetak gol melawan Kelantan. Rasanya menyenangkan bisa menemukan lagi sentuhan di depan gawang,” ujar Sananta, dikutip dari media Malaysia, The Star.
Persaingan di Lini Depan

Situasi Sananta kian menantang setelah DPMM FC resmi mendatangkan Christian Irobiso pada bursa transfer paruh musim. Penyerang kelahiran Nigeria tersebut langsung menjadi pesaing serius di sektor depan.
Kehadiran Irobiso berdampak pada menit bermain Sananta. Pada pekan ke-15, ia ditarik lebih awal di babak kedua dan digantikan oleh striker anyar tersebut. Bahkan pada laga berikutnya, Sananta untuk pertama kalinya harus memulai pertandingan dari bangku cadangan karena Irobiso dipercaya tampil sebagai starter.
Namun demikian, kontribusi Irobiso sejauh ini juga belum maksimal. Dari empat laga awal, pemain yang pernah berkarier di Liga Portugal itu belum mencatatkan gol maupun assist.
Tetap Jadi Figur Penting
Walau statistiknya belum mencolok, peran Ramadhan Sananta dinilai masih vital dalam skema permainan DPMM FC. Kecepatan dan kemampuannya menahan bola kerap membuka ruang bagi rekan-rekannya di lini serang.
“Meski kontribusi golnya belum optimal, Ramadhan tetap menjadi bagian penting dalam serangan berkat kecepatan dan kemampuannya menjaga bola, yang membantu menciptakan peluang,” tulis media setempat.
Meski begitu, Sananta dituntut segera mengembalikan ketajamannya. Dalam beberapa musim terakhir, grafik golnya memang mengalami penurunan. Musim lalu bersama Persis Solo, ia hanya mengoleksi lima gol dan dua assist dari 30 pertandingan.
Padahal, pada musim 2023/2024 ia mampu mencetak 11 gol dari 28 laga. Sementara saat membela PSM Makassar di musim 2022/2023, Sananta tampil tajam dengan 11 gol serta dua assist dari 23 pertandingan.










