Liganusantara.com – Nama Maarten Paes kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar besar terkait masa depannya. Kiper Timnas Indonesia itu berpeluang mencatatkan sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil di ajang Liga Champions, seiring rumor kepindahannya ke klub elite Belanda, Ajax Amsterdam.
Spekulasi mengenai klub baru Paes akhirnya menemui titik terang. Penjaga gawang berusia 27 tahun tersebut dipastikan tidak melanjutkan karier di Indonesia, meski sebelumnya sempat dikaitkan dengan Persib Bandung. Sebaliknya, Paes justru dilaporkan kembali ke Eropa untuk memperkuat Ajax, klub raksasa Eredivisie.
Informasi ini diungkap langsung oleh jurnalis transfer ternama, Fabrizio Romano. Ajax Amsterdam disebut telah mencapai kesepakatan penuh dengan FC Dallas untuk mendatangkan Paes secara permanen. Kiper kelahiran Belanda itu dikabarkan menandatangani kontrak berdurasi tiga musim yang akan mengikatnya hingga Juni 2029.
Kehadiran Paes di Johan Cruyff Arena diyakini akan menambah kedalaman skuad Ajax, khususnya dalam persaingan posisi penjaga gawang yang selama ini menjadi perhatian serius manajemen klub.
1. Melampaui Catatan Kevin Diks
Keputusan Ajax merekrut Maarten Paes bukanlah langkah instan. Media Belanda, Voetbal Primeur, melaporkan bahwa pemandu bakat Ajax telah memantau performa Paes selama lebih dari dua tahun terakhir.
Setidaknya ada tiga faktor utama yang melatarbelakangi transfer ini: ketertarikan jangka panjang Ajax, apresiasi terhadap karakter dan mentalitas Paes, serta kebutuhan klub akan persaingan sehat di sektor penjaga gawang.
Lebih jauh dari sekadar transfer, kepindahan ini membuka peluang terciptanya sejarah baru bagi sepak bola Indonesia. Paes berpotensi menjadi pemain berstatus Warga Negara Indonesia pertama yang tampil di Liga Champions.
Catatan ini kerap dibandingkan dengan Kevin Diks. Namun, perlu dicatat bahwa seluruh 17 penampilan Diks di Liga Champions terjadi saat ia masih berkewarganegaraan Belanda. Sementara itu, Paes telah resmi menjadi WNI, sehingga jika tampil di Liga Champions bersama Ajax, namanya akan tercatat sebagai pionir bagi Indonesia di kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa tersebut.
2. Tantangan dan Ambisi di Tengah Masa Sulit Ajax
Meski membawa harapan baru, Paes bergabung dengan Ajax di saat klub sedang mengalami periode sulit di Eropa. Pada musim 2025–2026, Ajax gagal melangkah jauh di Liga Champions setelah tersingkir pada fase liga.
Klub asal Amsterdam itu harus puas berada di posisi ke-32 klasemen usai hanya meraih dua kemenangan dan menelan enam kekalahan. Hasil tersebut membuat Ajax tersingkir lebih awal bersama sejumlah klub lainnya.
Situasi ini tentu kontras dengan reputasi Ajax sebagai salah satu klub tersukses di Liga Champions, dengan koleksi empat trofi juara sepanjang sejarah. Kehadiran Maarten Paes diharapkan dapat menjadi bagian dari proyek kebangkitan Ajax, terutama dalam memperbaiki performa mereka di kompetisi Eropa musim depan.
Dengan pengalaman 128 penampilan di Major League Soccer (MLS), Paes diyakini memiliki modal kuat untuk membantu Ajax kembali bersaing di level tertinggi dan sekaligus mengukir sejarah baru bagi Timnas Indonesia.












