Liga Indonesia 2025/2026NEWSOlahragaSepakbolaSKOR TERKINITransfer pemain

PSBS Biak Kembali Dihukum FIFA, Sanksi Transfer Justru Bertambah di Tengah Bursa Paruh Musim

×

PSBS Biak Kembali Dihukum FIFA, Sanksi Transfer Justru Bertambah di Tengah Bursa Paruh Musim

Sebarkan artikel ini
PSBS Biak Kembali Dihukum FIFA, Sanksi Transfer Justru Bertambah di Tengah Bursa Paruh Musim
PSBS Biak Kembali Dihukum FIFA, Sanksi Transfer Justru Bertambah di Tengah Bursa Paruh Musim

LigaNusantara.comPSBS Biak kembali harus menelan pil pahit di tengah bergulirnya Indonesia Super League 2025/2026. Klub asal Papua tersebut kembali dijatuhi sanksi oleh FIFA saat kompetisi memasuki fase bursa transfer paruh musim.

Musim ini memang berjalan berat bagi tim berjuluk Badai Pasifik. PSBS terpaksa menjalani laga kandang jauh dari tanah Papua dan menjadikan Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta, sebagai markas sementara. Kondisi tersebut semakin rumit setelah terjadi perombakan besar dalam skuad akibat hengkangnya banyak pemain sejak awal musim.

Masalah tak berhenti di situ. Sejak kompetisi dimulai, manajemen PSBS Biak harus bergerak terbatas lantaran dibayangi hukuman dari FIFA. Hingga jeda kompetisi pada 10 Januari 2026, PSBS telah menerima tiga sanksi berupa larangan pendaftaran pemain baru.

Berdasarkan data di laman FIFA Registration Bans, hukuman pertama dijatuhkan pada 20 Oktober 2025, disusul sanksi kedua pada 6 November 2025, dan sanksi ketiga pada 13 Desember 2025. Total, PSBS terkena larangan transfer selama tiga periode berbeda, yang berarti sembilan jendela pendaftaran pemain tertutup bagi mereka.

Memasuki bursa transfer paruh musim, situasi tersebut membuat tim pelatih tak memiliki banyak pilihan. Pelatih sementara, Kahudi Wahyu, harus memutar otak karena tidak bisa mendatangkan tambahan amunisi.

Ironisnya, alih-alih menyelesaikan persoalan yang ada, PSBS justru kembali menerima hukuman baru. FIFA resmi menjatuhkan sanksi embargo transfer keempat pada Rabu (21/1/2026), sehingga jumlah sanksi yang menimpa PSBS kini bertambah menjadi empat.

Sebelumnya, Kahudi sempat menyinggung kondisi timnya usai laga terakhir putaran pertama. Ia mengaku fokus melakukan pembenahan internal dan memperkuat kekompakan tim.

“Saya mencoba membenahi organisasi dan membangun rasa kekeluargaan agar pemain bisa saling mendukung,” ujar Kahudi.
“Kami mulai dari memperbaiki aspek bertahan, lalu membangun sistem dengan tiga bek dan dua penyerang. Sistem ini akan kami pertahankan sampai liga selesai karena kami tidak bisa menambah pemain,” lanjutnya.

Saat ini, PSBS Biak berada di posisi ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 16 poin, hanya satu tingkat di atas zona degradasi. Meski demikian, Yano Putra dan rekan-rekan masih memiliki jarak enam poin dari dua pesaing terdekat, yakni Persis Solo dan Semen Padang, yang sama-sama mengoleksi 10 poin.

Sebagai perbandingan, PSM Makassar yang sebelumnya juga sempat tersandung sanksi FIFA, kini telah terbebas dari hukuman dan kembali leluasa bergerak di bursa transfer paruh musim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *