LigaNusantara.com – Harapan publik sepak bola nasional untuk menyaksikan Pascal Struijk memperkuat Timnas Indonesia dipastikan belum terwujud. Bek andalan Leeds United tersebut akhirnya buka suara dan menyudahi spekulasi terkait peluangnya membela Skuad Garuda.
Pemain berusia 26 tahun itu menyampaikan sikap tegas mengenai masa depannya di level internasional. Meski memiliki darah Indonesia dari sang ibu, Struijk memastikan fokusnya masih tertuju pada karier bersama Timnas Belanda.
1. Struijk Prioritaskan Peluang Bersama Timnas Belanda
Dalam wawancara terbarunya dengan ESPN, Pascal Struijk mengaku belum memiliki niat untuk berpindah federasi ke Indonesia. Ia mengapresiasi besarnya perhatian dan antusiasme suporter Indonesia, namun tetap memilih mengejar kesempatan membela negara kelahirannya.
“Sangat luar biasa melihat betapa besar keinginan para penggemar di sana. Itu menunjukkan betapa kuatnya kultur sepak bola di Indonesia,” ujar Struijk, dikutip dari ESPN, Minggu (18/1/2026).
Meski demikian, bek tengah Leeds United itu menegaskan bahwa target utamanya saat ini adalah tampil maksimal bersama klub dan membuka peluang dipanggil ke Timnas Belanda.
“Saya tidak sedang memikirkan bermain untuk negara lain. Jika suatu hari bisa memperkuat Belanda, itu tentu menjadi harapan besar,” tambahnya.
2. Rencana John Herdman Harus Berubah
Keputusan Struijk tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman. Pelatih asal Inggris itu diketahui memiliki standar tinggi dalam membangun kekuatan Garuda, terutama dengan merekrut pemain yang terbiasa tampil di level elite Eropa.
Herdman menilai pengalaman bermain di lima liga top dunia sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tim nasional di kancah internasional. Tak heran jika nama Struijk sempat disebut sebagai salah satu kandidat ideal sesuai kriteria tersebut.
Namun, dengan sikap tegas sang pemain, Herdman dipastikan harus mengalihkan fokusnya ke opsi lain.
“Kami membutuhkan pemain yang memahami intensitas tinggi dan kecerdasan taktik sepak bola global. Saya ingin merekrut pemain yang perjalanan kariernya mencerminkan ambisi besar,” ujar Herdman.
Sepanjang tahun 2026, Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani berbagai agenda penting, mulai dari FIFA Series pada Maret hingga Piala AFF pada Juli. Dengan kalender kompetisi yang padat, Herdman dituntut bergerak cepat mencari pemain berkualitas demi menjaga peluang Indonesia bersaing di level Asia dan mewujudkan target jangka panjang menuju Piala Dunia 2030.












