LigaNusantara.com, Jakarta – Kabar membahagiakan datang dari bek Timnas Indonesia, Justin Hubner. Pemain yang kini memperkuat Fortuna Sittard di kompetisi Eredivisie tersebut tengah mempersiapkan langkah besar dalam kehidupan pribadinya dengan rencana pernikahan bersama sang tunangan, Jennifer Coppen.
Rencana tersebut mencuat tak lama setelah Hubner mencetak gol perdananya bersama Fortuna Sittard. Gol itu tercipta saat timnya bermain imbang 2-2 melawan Go Ahead Eagles di Stadion De Adelaarshorst, Deventer, pada akhir pekan lalu. Momen tersebut terasa semakin spesial karena datang berdekatan dengan pertunangannya yang berlangsung pada 24 Desember 2025.
Dalam keterangannya kepada media Belanda, Limburger, Hubner mengungkapkan kebahagiaan Jennifer saat ia melamarnya. Ia menyebut sang tunangan sangat terharu karena memahami perjuangan dan pengorbanan yang telah ia jalani selama ini sebagai pesepak bola profesional.
Kebahagiaan Bersama Jennifer Coppen
Justin Hubner berencana menggelar pernikahan di Bali pada musim panas 2026. Sejak menjalin hubungan dengan Jennifer Coppen, yang dikenal sebagai ibu dari Kamari Sky Wassink, Hubner mengaku kehidupannya terasa jauh lebih bahagia.
Ia berharap rencana pernikahan tersebut dapat terwujud sesuai jadwal. Kebersamaan dengan Jennifer disebutnya memberi dampak positif, baik dalam kehidupan pribadi maupun kariernya di dunia sepak bola. Gol yang ia cetak bersama Fortuna Sittard pun dianggap sebagai hadiah istimewa untuk sang tunangan, sekaligus awal yang sempurna untuk membuka tahun baru.
Gol Berkat Firasat
Menariknya, Hubner mengaku sudah memiliki firasat kuat sebelum laga bahwa dirinya akan mencetak gol. Ia bahkan sempat mengirim pesan singkat kepada Jennifer untuk menyampaikan keyakinannya tersebut. Gol yang tercipta pada menit ke-93 itu pun seolah menjadi bukti nyata dari firasatnya.
Lebih lanjut, Hubner menegaskan bahwa peran Jennifer sangat besar dalam perjalanan kariernya saat ini. Di saat ia kesulitan mendapatkan menit bermain dan hanya kerap masuk sebagai pemain pengganti, kehadiran Jennifer membantunya melewati periode sulit tersebut.
Menurut Hubner, komunikasi mereka hampir selalu berkaitan dengan sepak bola. Ia merasa leluasa mencurahkan perasaan dan tekanan yang dihadapi sebagai pemain profesional. Dukungan Jennifer disebut sangat berarti, terutama pada paruh pertama musim ketika kondisinya belum berada di level terbaik dan situasi di tim tidak selalu mudah.












