Liganusantara.com, Jakarta – Masalah finansial yang melilit Sriwijaya FC semakin memburuk dan belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Kondisi ini membuat pelatih kepala Laskar Wong Kito, Budi Sudarsono, mulai mempertimbangkan untuk meninggalkan tim apabila haknya tidak segera dibayarkan.
Situasi klub asal Palembang itu disebut sudah berada di titik terendah. Setelah sebelumnya beberapa pemain memilih pergi, kini ancaman kepergian juga datang dari jajaran pelatih. Budi Sudarsono secara terbuka mengakui bahwa dirinya bisa mundur jika persoalan gaji tak kunjung diselesaikan.
Krisis tersebut terlihat jelas saat Sriwijaya FC melakoni laga tandang ke Tegal melawan Persekat pada Sabtu (10/1/2026). Tim hanya berangkat dengan 15 pemain menggunakan bus, bahkan tanpa didampingi tim medis.
Tak lama setelah pertandingan tersebut, empat pemain resmi angkat kaki dari klub. Mereka adalah Muhammad Farhan, Sutan Zico, Fajri Ardiansyah, dan Reza Pahlevi. Kondisi ini semakin memperparah keterbatasan skuad Sriwijaya FC.
Di tengah situasi sulit tersebut, Budi Sudarsono menegaskan sikapnya. Ia menyebut siap mengundurkan diri jika manajemen tidak mampu memenuhi kewajiban finansial terhadapnya.
“Kalau memang tidak dibayarkan, rencananya saya juga akan mundur,” ujar Budi Sudarsono.
Manajer Sriwijaya FC, Fidesia Noor, mengungkapkan bahwa investor yang sebelumnya diharapkan dapat membantu klub terpaksa menghentikan proses pendanaan akibat berbagai tekanan dari luar.
“Kondisinya sedang tidak stabil. Mudah-mudahan masih ada pihak yang bersedia menjadi investor dan menyelamatkan Sriwijaya FC,” ucap Fidesia.
Senada dengan itu, Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta, membenarkan bahwa dukungan dana dari pihak PT Digi Sport Asia sudah berhenti sejak akhir Desember 2025.
“Per 31 Desember, pendanaan dari Pak Alex atau Digi sudah tidak ada lagi,” katanya.
“Sekarang kami menutup kebutuhan dengan dana pribadi. Sponsor juga belum ada,” tambah Anggoro.
Di sisi lain, beredar kabar bahwa Sriwijaya FC berpotensi berpindah markas ke Makassar. Isu tersebut mencuat setelah muncul rumor keterlibatan pengusaha asal Makassar dalam RUPS PT SOM pada pertengahan Desember 2025.
Namun, Sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid, memilih tidak memberikan banyak tanggapan terkait isu tersebut.
“Fokusnya konsolidasi. Itu yang bisa saya sampaikan,” ujar Faisal.
“Agenda RUPS kemarin memang soal konsolidasi. Soal isu lain yang berkembang, bukan kewenangan saya untuk menjelaskan,” pungkasnya.












