LigaNusantara.com, Malang – Arema FC bergerak cepat memanfaatkan bursa transfer paruh musim. Tak lama setelah menuntaskan laga terakhir putaran pertama BRI Super League, klub berjuluk Singo Edan itu langsung mengumumkan kedatangan pemain asing anyar.
Pemain yang dimaksud adalah Gabriel Silva Costa, winger asal Brasil yang akrab disapa Gabi. Meski namanya terdengar familiar, ia bukan Gabriel Barbosa yang dikenal publik sepak bola Brasil, melainkan pemain sayap berusia 28 tahun yang sebelumnya memperkuat klub Liga Super Malaysia, Terengganu FC.
Berdasarkan rekam jejaknya di Malaysia, Gabi dikenal sebagai winger modern dengan teknik olah bola mumpuni serta kecepatan yang menjadi senjata utama. Dengan karakter tersebut, ia diharapkan mampu memberi warna baru di sektor serangan Arema FC dan berpotensi menjadi idola baru bagi Aremania jika tampil konsisten.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan bahwa perekrutan Gabi merupakan hasil evaluasi menyeluruh tim pada paruh pertama kompetisi.
“Setelah melakukan evaluasi putaran pertama, kami menilai perlu ada tambahan kekuatan di posisi sayap. Gabi kami kontrak selama satu musim dengan harapan bisa membantu meningkatkan performa tim,” ujarnya.
Mengisi Slot Paulinho Moccelin

Kehadiran Gabriel Silva tak lepas dari kepergian Paulinho Moccelin yang memutuskan mundur di tengah putaran pertama BRI Super League 2025/26. Secara gaya bermain, Gabi memiliki karakter yang relatif serupa dengan Paulinho, namun ia dinilai memiliki keunggulan tambahan.
Salah satunya adalah pengalamannya di Asia Tenggara. Sebelum merumput di Malaysia, Gabi sempat bermain selama dua musim di Liga Kamboja, sehingga adaptasi dengan kultur sepak bola kawasan ini bukan hal baru baginya.
Saat berseragam Terengganu, performa Gabi terbilang positif. Dari 11 penampilan, ia mampu mencatatkan tiga gol dan satu assist. Catatan tersebut membuat manajemen Arema optimistis sang pemain dapat beradaptasi dengan cepat di kompetisi sepak bola Indonesia.
Selain itu, lingkungan tim yang dihuni banyak pemain Brasil seperti Dalberto Luan, Valdeci Moreira, Betinho Filho, Matheus Blade, Luiz Gustavo, Lucas Frigeri, Yann Motta, Odivan Koerich, hingga Pablo Oliveira diyakini akan memudahkan proses penyesuaian Gabi bersama Singo Edan.
Rekam Jejak Positif di Kamboja
Menilik perjalanan kariernya, masa bermain Gabi di Kamboja menjadi salah satu periode paling sukses. Bersama Svay Rieng, ia turut merasakan dua gelar juara Liga Kamboja serta satu trofi Cup Winner. Namun, pencapaiannya di Malaysia belum setinggi saat di Kamboja, dengan Terengganu hanya mampu finis di papan tengah.
Di awal kariernya di Brasil, Gabi belum sempat tampil bersama klub besar level senior. Meski demikian, ia menimba ilmu di akademi klub ternama seperti Flamengo U-20 dan Corinthians B. Persaingan ketat di Brasil membuatnya memilih melanjutkan karier ke Asia Tenggara.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Karier Gabi terus menanjak dari Kamboja, kemudian ke Liga Malaysia yang memiliki level kompetisi lebih tinggi, hingga akhirnya berlabuh di Indonesia yang dikenal semakin kompetitif.
Kini, tantangan besar menanti Gabriel Silva, yakni membantu Arema FC bangkit dari papan tengah dan bersaing di jalur papan atas BRI Super League.












