liganusantara.com – ,Jakarta Persib Bandung sukses menutup paruh pertama BRI Super League 2025/2026 dengan status pemuncak klasemen. Hingga pekan ke-17, Maung Bandung tampil stabil dan konsisten, sebuah pencapaian yang tidak lepas dari kontribusi kolektif seluruh pemain.
Salah satu nama yang perlahan mencuri perhatian adalah Thom Haye. Gelandang berusia 30 tahun tersebut kini menjelma menjadi bagian penting dalam keseimbangan permainan Persib, meski perjalanannya bersama tim tidak dimulai dalam kondisi ideal.
Menariknya, kontribusi Haye baru benar-benar terasa setelah kompetisi berjalan. Ia datang tanpa bekal pramusim dan harus melewatkan sejumlah pertandingan awal. Namun, berkat adaptasi cepat dan kecerdasan taktik, Haye mampu memberikan dampak signifikan di paruh musim pertama.
Awal Bergabung Tanpa Pramusim, Haye Langsung Beradaptasi

Thom Haye resmi menjadi bagian dari Persib Bandung pada awal musim 2025/2026. Sayangnya, ia tidak mengikuti agenda pramusim dan absen pada tiga laga pembuka BRI Super League.
Kesempatan debut baru didapat pada pekan kelima ketika Persib menjamu Persebaya Surabaya. Dalam pertandingan tersebut, Haye masuk sebagai pemain pengganti dan tampil selama kurang lebih 29 menit.
Sejak laga itu, perannya terus berkembang. Walau tidak selalu menjadi starter karena kebijakan rotasi pelatih Bojan Hodak, Haye nyaris selalu mendapat kesempatan bermain dan perlahan masuk dalam skema utama tim.
Peran Fleksibel dalam Skema Bojan Hodak
Di tangan Bojan Hodak, Thom Haye tidak selalu dimainkan sebagai gelandang nomor delapan seperti perannya di Timnas Indonesia. Bersama Persib, ia justru kerap ditempatkan lebih maju, terutama saat fase transisi menyerang.
Penugasan ini membuat Haye berperan ganda: membantu membangun serangan sekaligus mempercepat proses pressing untuk memutus alur permainan lawan. Kemampuan membaca situasi, disiplin posisi, serta intensitas tekanannya menjadi nilai tambah yang krusial.
Statistik Menunjukkan Kontribusi Nyata

Dari sisi data, performa Thom Haye tergolong komplet. Dalam 14 penampilan bersama Persib, ia berhasil menyumbangkan satu gol dan dua assist. Ia juga mencatatkan 17 percobaan tembakan, dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi.
Tak hanya ofensif, kontribusinya di fase bertahan juga patut diapresiasi. Haye membukukan delapan tekel sukses, 11 intersep, serta aktif dalam duel-duel perebutan bola. Sepanjang paruh musim, ia hanya menerima dua kartu kuning, menunjukkan kontrol emosi dan disiplin bermain yang baik.
Modal Positif Menuju Putaran Kedua
Dengan proses adaptasi yang terbilang cepat, performa Thom Haye dinilai masih memiliki potensi untuk meningkat di putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Jika konsistensi ini terus terjaga, perannya diyakini akan semakin sentral dalam ambisi Persib menjaga dominasi dan berburu gelar juara musim ini.












