LigaNusantara.com, Jakarta – Kompetisi pembinaan usia dini Liga TopSkor Greater Jakarta musim 2026 resmi dimulai melalui seremoni pembukaan yang berlangsung di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Acara pembukaannya berlangsung semarak dengan kehadiran lebih dari 750 pemain muda yang datang dari berbagai wilayah di kawasan Greater Jakarta. Momentum ini menjadi penanda dimulainya salah satu kompetisi usia dini terbesar di Indonesia.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Direktur Liga TopSkor Yusuf Kurniawan, Deputi 3 Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Surono, anggota Exco PSSI Bidang Sepak Bola Usia Muda Arya Sinulingga, serta asisten pelatih Timnas Indonesia U-20, Tommy Harianto.
Liga TopSkor Greater Jakarta 2026 merupakan bagian dari program pembinaan sepak bola usia dini yang telah berjalan konsisten sejak 2011. Memasuki tahun ini, kompetisi tersebut telah mencapai musim penyelenggaraan ke-15.
Delapan Kelompok Usia Dipertandingkan

Pada musim 2026, Liga TopSkor Greater Jakarta mempertandingkan delapan kategori usia, mulai dari U-10 hingga U-17. Kelompok usia yang dipertandingkan meliputi U-10, U-11, U-12, U-13, U-14, U-15, U-16, dan U-17.
Kompetisi regional Greater Jakarta tahun ini diikuti oleh 148 klub dengan total 297 tim yang berpartisipasi. Jumlah tersebut menjadikan musim 2026 sebagai salah satu edisi terbesar dalam sejarah Liga TopSkor di wilayah ini.
Direktur Liga TopSkor, Yusuf Kurniawan, menyebut bahwa antusiasme peserta terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurutnya, Greater Jakarta kini menjadi zona regional dengan skala terbesar sepanjang penyelenggaraan Liga TopSkor.
“Musim 2026 ini menjadi yang terbesar selama 15 tahun Liga TopSkor berdiri. Hampir 300 tim ambil bagian dengan jumlah pemain yang mencapai ribuan dari seluruh area Greater Jakarta,” ujar Yusuf Kurniawan.
Kontribusi Nyata untuk Tim Nasional

Deputi 3 Peningkatan Prestasi Kemenpora, Surono, menilai Liga TopSkor memiliki kontribusi signifikan dalam menyiapkan calon atlet sepak bola masa depan Indonesia. Ia menegaskan bahwa hasil dari pembinaan jangka panjang tersebut sudah terlihat secara konkret.
Menurut Surono, sejumlah pemain lulusan Liga TopSkor telah berhasil menembus level tim nasional. Sebanyak 15 pemain tercatat pernah memperkuat Timnas Indonesia U-17 di ajang Piala Dunia, sementara 13 pemain lainnya masuk dalam skuad persiapan Timnas U-20.
“Liga TopSkor sudah berjalan hampir 15 tahun dan hasil pembinaannya bisa kita lihat secara nyata di tim nasional,” ungkap Surono.
Hal serupa disampaikan oleh Arya Sinulingga. Ia memberikan apresiasi atas konsistensi Liga TopSkor dalam membangun ekosistem pembinaan usia muda yang berkelanjutan.
“Sepak bola nasional tidak akan berkembang tanpa fondasi pembinaan usia dini. Liga TopSkor telah memulai itu sejak lama dan perannya sangat penting bagi masa depan sepak bola Indonesia,” kata Arya Sinulingga.
Menuju Seri Nasional Liga TopSkor 2026

Selain menjadi pembuka kompetisi regional Greater Jakarta, seremoni ini juga menandai dimulainya rangkaian Liga TopSkor musim 2026 secara nasional.
Pada tahun ini, Liga TopSkor digelar di 33 zona yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Total peserta mencapai 1.591 tim dengan jumlah pemain sebanyak 47.730 orang.
Tim-tim terbaik dari masing-masing zona nantinya akan bertemu dalam seri nasional Liga TopSkor 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang.












