Berita viral Sepak bolaLiga Indonesia 2025/2026NasionalOlahragaSepakbolaTRENDING

3 Fakta Arema FC Tumbangkan Persik Kediri di Kanjuruhan: Julian Guevara Jadi Kapten Tiga Laga Beruntun

×

3 Fakta Arema FC Tumbangkan Persik Kediri di Kanjuruhan: Julian Guevara Jadi Kapten Tiga Laga Beruntun

Sebarkan artikel ini
3 Fakta Arema FC Tumbangkan Persik Kediri di Kanjuruhan: Julian Guevara Jadi Kapten Tiga Laga Beruntun
3 Fakta Arema FC Tumbangkan Persik Kediri di Kanjuruhan: Julian Guevara Jadi Kapten Tiga Laga Beruntun

liganusantara.com – ,Jakarta Arema FC akhirnya mengakhiri tren negatif saat tampil di kandang sendiri pada ajang BRI Super League. Setelah enam pertandingan kandang tanpa kemenangan, Singo Edan sukses mengamankan tiga poin usai menundukkan Persik Kediri dengan skor tipis 2-1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (11/1/2026).

Kemenangan ini diraih dengan cara yang dramatis. Hingga memasuki masa injury time, Arema masih tertinggal satu gol setelah Persik lebih dulu unggul lewat M. Supriadi pada menit ke-79. Namun, semangat pantang menyerah membuat Arema mampu membalikkan keadaan di penghujung laga.

Dua gol Arema tercipta di menit-menit akhir pertandingan. Gol penyama kedudukan hadir dari gol bunuh diri Supriadi, sebelum pemain pengganti Ian Puleio memastikan kemenangan tuan rumah. Hujan deras yang mengguyur Stadion Kanjuruhan turut memengaruhi jalannya laga dan konsentrasi para pemain Persik.

Meski secara permainan Persik Kediri dinilai tampil lebih rapi, Arema mampu memanfaatkan momentum krusial. Hasil ini pun disambut positif oleh kapten Arema, Julian Guevara, yang menilai kemenangan tersebut sebagai buah dari kerja keras tim hingga detik terakhir.

“Permainan kami mungkin belum maksimal, tapi semua pemain berjuang sampai akhir. Persik bukan lawan yang mudah, apalagi setelah mereka ditangani pelatih baru,” ujar Julian.

Tambahan tiga poin membuat Arema menutup putaran pertama di posisi ke-10 klasemen dengan koleksi 21 poin. Meski belum sesuai target, kemenangan ini menjadi suntikan moral penting untuk menghadapi putaran kedua kompetisi.

Dari laga tersebut, setidaknya terdapat tiga fakta menarik yang patut disorot.

1. Kemenangan Dramatis Akhiri Paceklik Arema di Kandang

Keberhasilan Arema membalikkan skor di menit akhir menjadi bukti kuat meningkatnya mental bertanding para pemain. Gol bunuh diri Supriadi dan tandukan Ian Puleio menandai kebangkitan Arema setelah lama gagal meraih kemenangan di Kanjuruhan.

Sebelumnya, Arema selalu gagal menang dalam enam laga kandang, termasuk kekalahan dari Dewa United, Persib Bandung, Borneo FC, Persija Jakarta, dan Persita Tangerang, serta hasil imbang kontra Madura United.

Pelatih Arema, Marcos Santos, menilai dukungan Aremania menjadi faktor penting dalam kebangkitan timnya, meski jumlah penonton terbatas.

“Kami tak ingin kembali mengecewakan suporter. Dukungan mereka memberi energi besar bagi pemain,” ujar Marcos.

2. Supriadi Cetak Gol ke Gawang Lawan dan Gawang Sendir

Nama M. Supriadi menjadi sorotan dalam pertandingan ini. Winger Persik Kediri tersebut sempat membawa timnya unggul lewat gol di menit ke-79 dan nyaris menjadi penentu kemenangan.

Namun, nasib berkata lain. Saat membantu pertahanan di masa tambahan waktu, Supriadi salah mengantisipasi umpan silang Matheus Blade. Bola justru meluncur ke gawang sendiri, diduga akibat lapangan yang licin karena hujan deras.

Kesalahan tersebut menjadi titik balik laga. Arema semakin agresif menyerang dan berhasil mencetak gol kemenangan melalui sundulan Ian Puleio. Dalam sekejap, Supriadi berubah dari calon pahlawan menjadi sosok yang paling disorot.

3. Julian Guevara Jalani Peran Kapten Tiga Laga Berturut-turut

Arema kini memiliki pemimpin baru di lapangan. Julian Guevara kembali dipercaya mengenakan ban kapten dalam tiga pertandingan beruntun. Kemenangan atas Persik menjadi yang pertama bagi gelandang asal Kolombia itu saat bertugas sebagai kapten tim.

“Saya bangga mendapat kepercayaan ini. Tapi semua tahu, kapten utama Arema adalah Ahmad Alfarizi,” ungkap Julian.

Alfarizi diketahui absen dalam empat pertandingan terakhir karena kondisi kesehatan. Hingga kini, pemain senior berusia 35 tahun tersebut masih dalam masa pemulihan.

Julian sendiri menjadi pemain asing dengan masa bakti terlama di Arema, yakni dua setengah musim. Faktor tersebut membuatnya dipercaya memimpin rekan-rekannya di lapangan.

“Jika dipercaya menjadi kapten, tentu saya senang. Tujuan saya hanya membantu tim dan memberi dukungan penuh kepada semua pemain,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *