LigaNusantara.com, Jakarta – Sejumlah pemain Timnas Indonesia tengah mencuri perhatian menjelang dibukanya bursa transfer paruh musim 2025/2026. Penampilan impresif mereka bersama klub masing-masing membuat nama-nama ini masuk dalam radar banyak tim yang ingin memperkuat skuad pada putaran kedua kompetisi.
Menariknya, para pemain tersebut bukan sekadar pelapis. Mereka memiliki peran penting dan kontribusi nyata di klubnya, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Tak heran jika rumor kepindahan mulai menguat, termasuk kemungkinan kembali ke Indonesia untuk meramaikan BRI Super League 2025/2026.
Salah satu pemain bahkan disebut-sebut siap meninggalkan Eropa demi bergabung dengan klub papan atas Liga Indonesia. Selain itu, ada pula pemain yang kini menjadi incaran klub elite Eropa berkat performa konsisten sepanjang paruh pertama musim. Berikut ulasan empat pemain Timnas Indonesia yang sedang naik daun di bursa transfer.
Joey Pelupessy

Nama Joey Pelupessy masuk dalam daftar pemain yang berpotensi merapat ke BRI Super League pada jendela transfer tengah musim. Gelandang berpengalaman Timnas Indonesia tersebut dikabarkan diminati Persib Bandung.
Jika transfer ini terwujud, kekuatan lini tengah Persib akan semakin solid. Pasalnya, tim asuhan Bojan Hodak sebelumnya telah diperkuat oleh pemain naturalisasi lain seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders.
Meski telah berusia 32 tahun, Pelupessy masih menunjukkan performa stabil bersama SK Lommel di kasta kedua Liga Belgia. Ia tampil reguler dengan catatan tiga gol dari 16 pertandingan sepanjang musim ini.
Kehadiran Pelupessy diyakini tidak hanya memperkuat peluang Persib bersaing di level domestik, tetapi juga meningkatkan daya saing klub berjuluk Pangeran Biru tersebut di kompetisi Asia.
Jay Idzes

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi salah satu pemain paling disorot di Eropa saat ini. Media-media Italia ramai memberitakan ketertarikan AC Milan terhadap bek tengah Sassuolo tersebut.
Menurut laporan Milan Press, ketertarikan Rossoneri terhadap Idzes sebenarnya sudah muncul sejak bursa transfer musim panas 2025, ketika sang pemain masih memperkuat Venezia. Konsistensi performanya membuat minat tersebut kembali mencuat.
Bek berusia 25 tahun ini tampil sebagai pilar utama pertahanan Sassuolo. Karakter permainannya dinilai sesuai dengan kebutuhan pelatih Massimiliano Allegri, terutama dari segi kekuatan fisik, mental bertahan, dan disiplin taktik.
Sepanjang musim 2025/2026, Idzes telah mencatatkan 18 penampilan dengan total 1.620 menit bermain. Seluruh laga tersebut dijalani sebagai starter dan tanpa pernah digantikan, menunjukkan betapa vital perannya di lini belakang.
Dean James

Bek kiri Timnas Indonesia, Dean James, juga menjadi sorotan menjelang dibukanya bursa transfer musim dingin. Pemain Go Ahead Eagles ini dikabarkan masuk radar klub raksasa Eredivisie, Ajax Amsterdam.
Media Belanda fcupdate.nl menyebut Dean James sebagai opsi menarik yang layak dipertimbangkan Ajax. Penampilannya dinilai konsisten, baik di level domestik maupun kompetisi Eropa, serta menjadi pemain inti di Deventer.
Dean James bergabung dengan Go Ahead Eagles pada 2023 dengan status bebas transfer. Sejak saat itu, ia menunjukkan perkembangan signifikan dan menjelma sebagai salah satu bek kiri paling stabil di timnya.
Musim ini, pemain berusia 25 tahun tersebut telah tampil dalam 23 pertandingan, menyumbangkan satu gol dan empat assist, sekaligus menjadi elemen penting dalam skema permainan Go Ahead Eagles.
Miliano Jonathans

Nama Miliano Jonathans juga mulai mencuat menjelang bursa transfer paruh musim. Winger muda Timnas Indonesia yang kini membela FC Utrecht disebut-sebut perlu mencari klub baru demi mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten.
Media Belanda menilai Jonathans berisiko kehilangan momentum perkembangan jika terus bertahan di Utrecht. Hingga paruh musim 2025/2026, pemain berusia 21 tahun ini baru tampil dalam tujuh laga Eredivisie dengan total 271 menit bermain.
Algemeen Dagblad mengungkapkan bahwa opsi peminjaman menjadi solusi ideal bagi Jonathans. Klub menilai sang pemain memiliki potensi besar, namun level FC Utrecht saat ini dinilai terlalu tinggi untuk tahap perkembangannya.
Vitesse, klub lamanya, disebut-sebut bisa menjadi salah satu tujuan yang realistis agar Jonathans memperoleh jam terbang lebih banyak dan pengalaman berharga di kompetisi profesional.












